Kisah Kesabaran Nabi Muhammad Saw
Selamat berjumpa kembali saudaraku pembaca blog Habib karom yang budiman, dalam kesempatan ini kami menampilkan artikel tentang Kisah Kesabaran Nabi Muhammad Saw dalam berdakwah sebagai salah satu contohnya adalah artikel berikut ini.
"Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah saw yakni Abubakar ra, berkunjung ke rumah anaknya Aisyah ra, yang merupakan istri Rasulullah saw".
Dan beliau bertanya kepada anaknya itu, "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?".
Aisyah ra menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar ra.
"Setiap pagi Rasulullah saw, selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis yahudi buta yang ada di sana ", kata Aisyah ra.
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya" .
Namun, setiap pagi Rasulullah Muhammad saw, mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah katapun Rasulullah saw, menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah saw.
Rasulullah saw, melakukan hal ini setiap hari sampai baginda wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis yahudi buta itu.
Keesokan harinya Abubakar ra ,pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar ra, mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.
Ketika Abubakar ra, mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, "Siapakah kamu?". Abubakar ra, menjawab, "Aku orang yang biasa (mendatangi engkau)."
"Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangi ku" , bantah si pengemis buta itu.
"Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah,
orang yang biasa mendatangi ku itu selalu menyuapi ku, tapi terlebih dahulu di haluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar ra, tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu.
"Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya,
orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah saw".
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar ra, dan kemudian berkata, "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahi ku sedikitpun, ia mendatangi ku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia."
Pengemis yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar ra, saat itu juga dan hari itu menjadi muslim.
Demikian sabarnya nabi kita Muhammad saw beliau tetap memberi makanan bahkan menyuapi walau kepada orang yang memusuhinya mudah-mudah kita bisa sedikit mencotoh kesabaran Nabi kita amin.
mudah-mudahan artikel diatas bermanfaat bagi para pembaca setia blog Habib Karom terimakasi atas kunjungannya.

